1.       Deskripsi Produk

Inovasi Mie dan Beras Sagu dibentuk menggunakan teknologi ekstruder sehingga bulir berbentuk seperti beras. Mie dan Beras sagu ini merupakan alternatif penyediaan pangan karbohidrat beras yang berasal dari tanaman padi. Beras non padi yang dikembangkan oleh Pusat Pelayanan Teknologi (Pusyantek) BPPT memiliki kelebihan dalam angka Indeks Glikemik (IG) dimana menunjukkan seberapa cepat karbohidrat suatu bahan diubah menjadi gula. Makin tinggi IG maka perubahan karbohidrat menjadi gula semakin cepat. Hal kajian yang dilakukan oleh Pusat Pelayanan Teknologi (Pusyantek) BPPT menunjukkan bahwa Beras Sagu memiliki IG 40 sedangkan beras padi bervariasi IG nya yaitu antara IG 80 – IG 89. Selanjutnya Beras Sagu yang dihasilkan tersebut diuji secara klinis terbukti menurunkan glukosa darah selama penggunaan Beras Sagu selama 4 minggu.

2.       Manfaat dan Khasiat

Beberapa hal tersebut di atas menunjukkan bahwa pengenalan konsumsu Mie dan Beras Sagu menjadi suatu keharusan untuk selalu menjaga kesehatan secara preventif mengingat kondisi saat ini dimana meningkatnya pangan beras disisi lainpun diiringi peningkatan jumlah penderita diabetes. Indonesia memiliki potensi sagu terbesar di dunia. Secara klinis dan empiris pun, Beras Sagu telah memberi bukti yang nyata untuk dikonsumsi secara massal. Di bawah ini merupakan manfaat dari mengkonsumsi Mie dan Beras Sagu.

  • Memperlambat Kenaikan Gula Darah

Berdasarkan kajian BPPT, beras sagu Indeks Glikemiknya (IG) 55, sedangkan beras padi IGnya antara 80-89. Secara klinis beras sagu juga terbukti menurunkan glukosa darah dalam penggunaan beras sagu selama 4 minggu.

  • Kaya Akan Serat

Beras sagu memiliki serat lebih tinggi yakni hampir 6x (enam kali) beras padi, sehingga baik untuk pencernaan.

  • Mengontrol Kadar Kolesterol Dan Trigliserida

Berdasarkan kajian BPPT, pada pra-diabetes didapatkan hasil kadar kolesterol dan trigliserida mengalami penurunan.

  • Pangan
  • Pangan
  • Pangan
  • Pangan
  • Pangan