1.       Deskripsi Produk

Pupuk Lepas Lambat “Slow Release Fertilizer” ini berbentuk granul dengan ukuran 2 – 4 mm dan dapat diaplikasikan pada tanaman Padi, Jagung, dll. Cukup sekali selama masa tanam sampai panen dan dapat menghemat penggunaan pupuk 30 – 50 %. Hasil Uji Eksplot di Balai Besar Padi, Sukamandi dan Uji Demplot bersama BPTP Kementerian Pertanian dan DInas Pertanian pada 18 Kabupaten membuktikan bahwa Pupuk SRF mampu meningkatkan hasil panen sekitar 10%. Pusat Pelayanan Teknologi (Pusyantek) BPPT telah berhasil membuat dan melaksanakan Pilot Project Pupuk SRF NPK dengan kapasitas 10.000 ton per tahun di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan. Beberapa contoh Uji Demplot Pupuk SRF untuk Jagung di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan telah berhasil menghemat pemakaian Pupuk Urea sebesar 30% dan menghasilkan panen Jagung rata – rata sebesar 9,6 ton per hektar. Hasil ini meningkatkan jika dibandingkan dengan menggunakan pupuk konvensional yang memperoleh panen rata – rata 7,9 ton per hektar.

 

2.       Manfaat Produk

Beberapa hal tersebut di atas menunjukkan bahwa pengenalan Pupuk Lepas Lambat “Slow Release Fertilizer” menjadi suatu keharusan untuk membantu para pelaku industri pupuk dalam rangka memenuhi kebutuhan pupuk nasional. Selain itu, Industri pupuk masih memiliki prospek yang baik ke depannya seiring kebutuhan pupuk yang terus meningkat. Di bawah ini merupakan manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan Pupuk Lepas Lambat “Slow Release Fertilizer”.

  • Meningkatkan Produktivitas Hasil Panen

Pada hasil Uji Eksplot di Balai Besar Padi, Sukamandi dan Uji Demplot bersama BPTP Kementerian Pertanian dan DInas Pertanian pada 18 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan membuktikan bahwa dapat meningkatkan hasil panen sebesar 10%.

  • Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Pupuk

Pada aplikasi Pupuk SRF di tanaman Padi, Jagung, dan beberapa tanaman lain, penggunaan Pupuk SRF dapat menghemat penggunaan pupuk sekitar 30 % - 50 %.

  • Pangan
  • Pangan
  • Pangan
  • Pangan
  • Pangan