BPPT Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

BPPT Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

09 Oktober 2020 Administrator

Kebutuhan terhadap lingkungan yang bersih dan perubahan cuaca telah menjadi perhatian dunia. Kendaraan listrik dari aspek lingkungan, ekonomi, dan kemandirian sangat menguntungkan bagi Indonesia yang peduli terhadap lingkungan. Karenanya, pemerintah terus mengakselerasi dan megembangkan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai.

Disruptif teknologi, termasuk kendaraan listrik merupakan bagian dari tanggung jawab guna mengurasi emisi rumah kaca walau pun terdapat banyak tantangan. Berangkat dari hal tersebut, BPPT menggelar webinar series dengan tema Strategi Percepatan Pengembangan Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLBB) (06/10).

Kepala BPP Hammam Riza mengatakan, dengan lahirnya era industri 4.0 bukan hanya terkait Internet of Thing, kecerdasan artificial, maupun big data, tetapi industri kendaraan listrik ini ini akan menjadi disruptif mungkin bisa setara dengan internet yang butuh sekian tahun untuk dikuasai.

Kendaraan listrik menurut Hammam, lebih cepat akselerasinya karena itu Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan. Artinya akselerasinya itu harus dilakukan karena jauh lebih cepat dari teknologi-teknologi yang sudah lebih dulu hadir, ujarnya.

Dengan adanya Peraturan Presiden lanjut Hammam, menjadi sangat penting karena menjadikan kita fokus terkait pengembangan industri dalam negeri seperti pemberian insentif, penyediaan isnfrastruktur, pengisian listrik serta hal terkait lainnya.

Selain itu, upaya dan kontribusi BPPT dalam pembangunan nasional seperti tertuang didalam Undang-undang SISNAS IPTEK No 11 tahun 2019 dengan menjadikan hasil litbangjirap sebagai landasan ilmiah didalam perumusan dan penetapan kebijakan pemerintah dalam pembangunan nasional.

Tentu saja BPPT mendorong dengan tujuh perannya agar bisa diterapkan dalam mendorong KLBB. Alih teknologi menurut Hammam akan memliki peran yang sangat signifikan selain mengurangi ketergantungan juga mendorong industri otomotif nasional agar dapat menciptakan mobil sendiri.

Kepada seluruh stake holder Hammam mengajak untuk mengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, ini merupakan upaya untuk mensubtitusi impor. Melalui semangat mempercepat penggunaan produk dalam negeri merupakan sebuah harmoni dalam menciptakan kolaborasi yang akan menjadi kunci sukses dari membangun KLBB, pungkasnya. (Humas BPPT)

 

Sumber : website BPPT