BUSINESS GATHERING 2020

BUSINESS GATHERING 2020

16 Desember 2020 Administrator

BUSINESS GATHERING 2020

 

PERAN STRATEGIS PUSYANTEK DALAM PELAYANAN TEKNOLOGI, ALIH TEKNOLOGI DAN KOMERSIALISASI TEKNOLOGI

 

Dalam rangkaian HUT BPPT ke-42, Pusat Pelayanan Teknologi (Pusyantek) menggelar acaraBusiness Gathering2020 yang merupakan media komunikasi sekaligus appresiasi kepada mitra-mitra BPPT atas sinergi dan kolaborasi dalam layanan teknologi, alih teknologi dan komersialisasi teknologi produk inovasi BPPT. Tema yang diangkat dalam Business Gathering2020 ini adalah “Inovasi untuk Mendukung Kemandirian dan Daya Saing Bangsa di Bidang Kesehatan, Lingkungan, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi”..

Kepala BPPT, Hammam Riza dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguasaan teknologi, inovasi dan layanan menjadi kata kunci bagi BPPT guna mendorong percepatan pembangunan bangsa, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa. Sesuai dengan UU Sisnas IPTEK, sebagai Lembaga Kaji Terap untuk menghasilkan Inovasi dan bertanggungjawab terhadap pendayagunaan teknologi dan keberhasilan penerapannya, BPPT memiliki 7 peran penting yaitu Perekayasaan, Kliring Teknologi, Audit Teknologi, Alih Teknologi, Intermediasi Teknologi, Difusi IPTEK dan Komersialisasi Teknologi. Seluruh peran tersebut telah menjadi acuan dalam menentukan kebijakan dan Program Prioritas Riset dan Inovasi Nasional (PRIN) BPPT. Percepatan penguasaan teknologi dan pendayagunaannya menjadi kata kunci bagi BPPT guna mendorong percepatan pembangunan bangsa berbasis IPTEK untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa.

Dan untuk percepatan penguasaan IPTEK, mari kita kembali pada filosofi transformasi industri yang disampaikan oleh Pak Habibie “Bermula dari akhir dan berakhir di awal”. Kemajuan bisa diraih dari akhir sembari menuju ke awal sehingga ada lompatan-lompatan kemajuan, meraih percepatan dan pada akhirnya mampu mengejar berbagai ketertinggalan dengan negara-negara maju lainnya.

Sebagai unit utama yang memiliki peran pelayanan teknologi, intermediasi, alih teknologi, dan komersialisasi teknologi, Pusyantek BPPT mengemban amanah untuk meningkatkan pendayagunaan dan pemanfaatan hasil-hasil inovasi BPPT. Dituturkan Kepala Pusyantek, Yenni Bakhtiar, dengan telah diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153 tahun 2020 mengenai Super Tax Deductiondiharapkan dapat mengakselerasi peran serta industri dalam ekosistem riset dan inovasi. Jika selama ini, industri lebih sering menunggu hasil inovasi di tahap akhir untuk diproduksi massal, maka dengan adanya Super Tax Deduction, industri bisa berinvestasi sejak tahap awal, tahap gagasan dan prototipe. Ekosistem inovasi yang baik memperkuat Lembaga Litbangjirap dan memungkinkan tumbuhnya industri yang kompetitif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ekonomi.

Masih menurut Yenni, dalam 5 tahun terakhir, kinerja layanan teknologi dan komersialisasi teknologi Pusyantek mengalami peningkatan yang sangat siginifikan. Pada tahun 2015, layanan teknologi yang dilakukan kepada mitra kegiatan kerjasama sebanyak 134 layanan, pada tahun 2016 sebanyak 161 layanan, pada tahun 2017 sebanyak 170 layanan, pada tahun 2018 sebanyak 171 layanan, dan pada tahun 2019 meningkat signifikan menjadi 300 layanan.

Untuk memberikan pelayanan prima, Pusyantek  juga terus berbenah dan terus bertransformasi ke arah layanan digital. Pusyantek membangun aplikasi marketplace teknologi online bernama New Transformer. Aplikasi New transformer hadir sebagai intermediator yang mempertemukan antara mitra industri dengan penyedia teknologi dan diharapkan menjadi solusi untuk kebutuhan teknologi.

Sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terimakasih kepada mitra internal maupun mitra eksternal atas kerjasama sinergis dan loyalitasnya menggunakan layanan Pusyantek, pada acara Business Gathering 2020 ini disampaikan Penghargaan Mitra Terbaik kepada para mitra pengguna layanan Pusyantek untuk Kategori Layanan Teknologi, Kategori Komersialiasi Produk Inovasi dan Kategori Layanan Pengujian.